Langsung ke konten utama

STRATEGI PEMBELAJARAN

 

NAMA : ROZACKY HANISDHA SUBAGIO

NIM : 11901055

KELAS: PAI 4/A

DOSEN PENGAMPU : FARNINDA ADITIYA, M. Pd.

MATA KULIAH : MAGANG 1

 

STRATEGI PEMBELAJARAN

 

A.    Pengertian Strategi Pembelajaran

Dalam proses belajar-mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efesien. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar. Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bersifat edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antar guru dan anak didik. Interaksi yang bersifat edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaraan dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan pengajaraan.

Dalam kamus ilmiah populer strategi mempunyai arti ilmu siasat atau muslihat untuk mencapai suatu tujuan. (Pius A Partaaanto dan M. Dahlan Al Barry, 2001: 727) Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai tujuan atau sasaran yang ditentukan. (Syaiful Bahri Jamrah dan Aswan Zain, 1996: 5) Dihubungkan dengan proses pembelajaran, strategi biasa diartikan sebagai siasat atau pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiaatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Hilda Taba menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah caracara yang dipilih oleh guru dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan dan fasilitas bagi siswa menuju tercapainya tujuan pembelajaran. (Supriadi Saputro, 2000: 21) Sedangkan menurut Slameto strategi adalah suatu rencana tentang cara-cara pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sasaran yang ada untuk mreningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam kontek ini adalah pembelajaran. (Slameto, 1991: 90) Strategi Pembelajaran merupakan garis besar haluan bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam arti ilmu dan kiat didalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi Pembelajaran adalah metode dalam arti luas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengayaan, dan remedial yaitu memilih dan menentukan perubahan perilaku, pendekatan prosedur, metode, teknik, dan norma-norma atau batas-batas keberhasilan

B.     Unsur-Unsur Strategi Pembelajaran

Agar dapat merancang serta melaksanakan strategi pembelajaran yang efektif perlu memperhatikan unsur-unsur strategi dasar atau tahapan langkah sebagai berikut:

1.      Menetapkan spesifikasi dari kualifikasi perubahan perilaku, tujuan selalu dijadikan acuan dasar dalam merancang dan melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara spesifik dalam arti mengarah kepada perubahan perilaku tertentu dan operasional dalam arti dapat diukur.

2.      Memilih pendekatan pembelajar, suatu cara pandang dalam menyampaikan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran harus dipertimbang dan dipilih jalan pendekatan utama yang dipandang paling ampuh, paling tepat, dan paling efektif guna mencapai tujuan.

3.      Memilih dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran. (1) Metode merupakan cara yang dipilih untuk menyampaikan bahan sesuai dengan tujuan pembelajaran (2) Teknik merupakan cara untuk melaksanakan metode dengan sarana penunjang pembelajaran yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kecepatan dan ketepatan belajar untuk mencapai tujuan (3) Merancang Penilaian (4) Merancang Remedial (5) Merancang Pengayaan.

 

C.    Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran

Secara umum strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga:

1)      Strategi Indukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang memulai dari hal-hal yang khusus barulah menuju hal yang umum.

2)      Strategi Dedukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang umum menuju hal-hal yang khusus

3)      Strategi campuran adalah gabungan dari strategi indukatif dan dedukatif. Adapula strategi regresif yaitu strategi pembelajaran yang memakai titik tolak jaman sekarang untuk kemudian menelusuri balik (kebelakang) ke masa lampau yang merupakan latar belakang dari perkembangan kontemporer tersebut.

Pada waktu guru merencanakan pembelajaran, perlu dipertimbangkan strategi yang berguna untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Beberapa strategi yang berpusat pada guru, seperti ceramah, resitasi, pertanyaan, dan praktik. Strategi yang lain lebih berorientasi pebelajar, yang menekankan pada inquiry dan discovery. Strategi pembelajaran menunjukkan kontinum yang terentang dari strategi yang berpusat pada guru, yang lebih eksplisit ke strategi yang berpusat pada pebelajar, yang kurang eksplisit. Dengan strategi pembelajaran deduktif, pembelajaran dimulai dengan prinsip yang diketahui ke prinsip yang tidak diketahui.

Dengan strategi pembelajaran induktif, pembelajaran dimulai dari prinsip-prinsip yang tidak diketahui ke prinsip-prinsip yang diketahui. Perbedaan antara keduanya dicontohkan sebagai berikut guru mengajar konsep “topic sentence”, guru yang menggunakan pendekatan deduktif meminta pebelajar membaca definisi “topic sentence”. Kemudian, guru memberikan contoh-contoh topic sentence dan mengakhiri pelajaran dengan meminta pebelajar menulis kalimat topiknya sendiri.

Selanjutnya, guru dapat mereviu kalimat tersebut dan memberikan balikan Kekuatan strategi deduktif ini berpusat pada strategi pembelajaran yang menghubungkan antara contoh guru dan tugas pebelajar. Walaupun koran merupakan media yang bagus digunakan untuk pelajaran topic sentence. Guru yang menggunakan pendekatan induktif mungkin memberikan contoh paragraf dengan penekanan pada topic sentence. Dengan strategi ini, guru tidak menceritakan pada awal ketika pebelajar mempelajari topic sentence atau guru tidak memberikan definisinya, tetapi pada akhirnya pebelajar akan menemukan sendiri apa yang dimaksud dengan “topic sentence”

Adapula strategi Ekspositori Langsung dan Belajarn Tuntas sebagai berikut :

Strategi ekspositori langsung, guru menstrukturkan pelajaran dengan maju secara urut. Guru dengan cermat mengontrol materi dan keterampilan yang dipelajari. Pada umumnya, dengan strategi ekspositori langsung, guru menyampaikan keterampilan dan konsep-konsep baru dalam waktu yang relatif singkat. Strategi pembelajaran langsung berpusat pada materi dan guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas kepada pebelajar. Guru memonitor pemahaman pebelajar dan memberikan balikan terhadap penampilan mereka. Termasuk dalam strategi pembelajaran langsung yaitu pembelajaran eksplisit.

Strategi belajar tuntas didasarkan pada keyakinan bahwa semua pebelajar dapat menuntaskan bahan yang diajarkan jika kondisi-kondisi pelajaran disiapkan untuk itu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi pebelajar diberi waktu belajar yang cukup, ada balikan untuk penampilannya, program pembelajaran individual, berkaitan dengan porsi materi yang tak dikuasai pada pembelajaran awal, dan kesempatan menunjukkan ketuntasan setelah mendapat remediasi.

1.                           Pembelajaran Langsung

Pembelajaran langsung memiliki 4 komponen, yaitu (a) penentuan tujuan yang jelas, (b) pembelajaran dipimpin guru, (c) monitoring hasil belajar yang cermat, dan (d) metode organisasi dan pengelolaan kelas. Pembelajaran langsung efektif karena didasarkan pada prinsip-prinsip belajar behaviouristik, seperti menarik perhatian pebelajar, penguatan respons pebelajar, menyediakan balikan korektif, dan melakukan respons-respons yang betul. Hal ini juga cenderung meningkatkan waktu belajar.

2.                           Pembelajaran Eksplisit

Pembelajaran eksplisit menuntut guru untuk memberi perhatian kepada pebelajar, memberi penguatan atas respons yang benar, menyediakan balikan kepada pebelajar tentang kemajuannya, dan meningkatkan jumlah waktu yang digunakan pebelajar untuk mempelajari materi.

3.                           Belajar Tuntas

Belajar tuntas merupakan suatu pendekatan pembelajaran individual yang menggunakan kurikulum terstruktur yang dipecah ke dalam serangkaian pengetahuan dan keterampilan-keterampilan kecil yang dipelajari. Pembelajaran ini didesain untuk menjamin bahwa pebelajar menguasai tujuan pembelajaran dan juga memberi waktu yang cukup kepada pebelajar. Model ini meyakini bahwa sebagian besar pebelajar akan mencapai suatu tingkat tertentu karena waktu belajar fleksibel dan tiap pebelajar menerima target pembelajaran, praktik yang diperlukan, dan balikan.

4.                           Ceramah dan Demonstrasi

Ceramah dan demonstrasi, merupakan suatu strategi pembelajaran dengan kegiatan guru menyampaikan fakta-fakta dan prinsip-prinsip, sedangkan pebelajar membuat catatan-catatan. Mungkin hanya sedikit atau tak ada partisipasi pebelajar dengan pertanyaan atau diskusi. Ceramahceramah dapat digunakan untuk mendesiminasi informasi dalam waktu singkat, menjelaskan ide-ide yang sukar, mendorong pebelajar untuk belajar, menyajikan informasi dengan suatu cara tertentu atau untuk kelompok khusus atau untuk menjelaskan tugas belajar. Ceramah tidak harus digunakan apabila tujuan lebih pada pembelajaran untuk memiliki pengetahuan/informasi yang kompleks, abstrak atau rinci, partisipasi pebelajar di sini penting.

5.                           Demonstrasi

Demonstrasi sama dengan ceramah dalam hal komunikasi langsung dan pemberian informasi dari guru kepada pebelajar. Demonstrasi melibatkan pendekatan visual untuk menguji proses, informasi, ide-ide. Demonstrasi ini membolehkan pebelajar melihat guru sebagai pebelajar aktif dan model. Pebelajar dapat mengobservasi sesuatu yang riil dan bagaimana cara bekerjanya. Mungkin berupa demonstrasi murni, demonstrasi dengan komentar atau demonstrasi partisipatif dengan pebelajar.

6.                           Pertanyaan-pertanyaan dan Resitasi

Apabila guru menggunakan pertanyaan, pertimbangkan tingkat pertanyaan, dan penggunaan pertanyaan konvergen dan divergen, jenis pertanyaan, dan cara menyusun pertanyaan.

7.                           Resitasi

Resitasi termasuk pertanyaan guru secara lisan tentang materi yang telah dipelajari. Guru mungkin memakai resitasi sebagai suatu cara untuk mendiagnosis kemajuan pebelajar. Pola interaksi khusus, yaitu pertanyaan guru, pebelajar menjawab, kemudian reaksi guru. Pertanyaan yang sering diajukan guru, yaitu apa, siapa, di mana, dan kapan. Guru biasanya bertanya tentang “informasi yang diketahui” pebelajar selama resitasi. Jadi, guru memberi pertanyaan untuk mengetahui apakah pebelajar mengetahui jawaban tersebut, bukan untuk memperoleh informasi.

8.                           Praktik dan Latihan (Drill)

Praktik, termasuk memeriksa materi yang telah dipelajari. Praktik diharapkan untuk konsolidasi, klarifikasi, dan menekankan pada materi yang telah dipelajari. Kegiatan praktik lebih bermakna apabila waktunya longgar (tak hanya satu hari setelah tes).

Drill, termasuk pengulangan informasi pada topik tertentu sampai benar-benar dicamkan dalam pikiran pebelajar. Drill ini digunakan untuk pembelajaran yang diharapkan menjadi kebiasaan atau ditetapkan dalam jangka waktu panjang. Praktik dan drill termasuk ulangan yang diharapkan membantu pebelajar memahami informasi dengan lebih baik. Hal ini berguna dalam pengembangan kecepatan dan keakuratan dalam mengingat fakta, generalisasi, dan konsep. Misalnya, belajar informasi tertentu seperti hari atau peristiwa sejarah, simbol-simbol kimia atau terjemahan bahasa asing.

9.                           Reviu

Reviu merupakan kesempatan bagi pebelajar melihat suatu topik pada waktu yang lain. Reviu berbeda dengan praktik dan latihan. Reviu tidak memerlukan teknik latihan. Reviu dapat berbentuk (a) rangkuman pada akhir pelajaran atau unit atau pada akhir suatu bab, (b) kuis, (c) garis besar, (d) diskusi, dan (e) tanya jawab atau strategi yang lain.

Reviu sehari-hari pada awal pembelajaran membantu guru menentukan apakah pebelajar memerlukan pengetahuan prasyarat atau keterampilan tertentu untuk suatu pembelajaran, atau untuk mengetahui apakah pebelajar telah menguasai materi yang telah dipelajari. Reviu mingguan dan bulanan membantu guru mengecek pemahaman pebelajar, meyakinkan bahwa keterampilan awal yang diperlukan dikuasai dengan baik, juga untuk mengecek langkah guru.

10.                       Diskusi Kelas secara Keseluruhan

Diskusi kelas secara keseluruhan (satu kelas sebagai satu kelompok) pada umumnya kurang eksplisit dan lebih berpusat pada guru daripada strategi-strategi pembelajaran yang diuraikan di atas. Strategi ini mungkin berupa petunjuk guru atau bimbingan kepada kelas diatur dengan rentangan dari formal ke informal, dengan guru memiliki peran dari dominan ke tidak dominan. Diskusi merupakan suatu percakapan dengan beberapa orang dengan suatu tujuan tertentu. Diskusi kelas ini memerlukan banyak keterampilan-keterampilan dan praktik.

D.    Ruang Lingkup Strategi Pembelajaran

Pembelajaran Strategi pembelajaran aktualisasinya berwujud serangkaian dari keseluruhan tindakan strategis guru dalam rangka mewujudkan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Efektifitas strategi dapat diukur dari tingginya kuantitas dan kualitas hasil belajar yang dicapai anak. Sedangkan efisien dalam arti penggunaan strategi yang dimaksud sesuai dengan waktu, fasilitas, maupun kemampuan yang tersedia.

Secara singkat, menurut Slameto strategi pembelajaran mencakup 8 unsur perencanaan tentang:

1.      Komponen sistem yaitu guru/dosen, siswa/mahasiswa baikdalam ikatan kelas, kelompok maupun perorangan yang akan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar telah disiapkan,

2.      Jadwal pelaksanaan , format dan lama kegiatan telah disiapkan,

3.      Tugas-tugas belajar yang akan dipelajari dan yang telah diidentifikasikan.

4.      Materi/bahan belajar, alat pelajarandan alat bantu mengajar yang disiapkan dan diatur,

5.      Masukan dan karakteristik siswa yang telah diidentifikasikan

6.      Bahan pengait yang telah direncanakan,

7.      Metode dan teknik penyajian telah dipilih, misalnya ceramah, diskusi dan lain sebagainya, dan

8.      Media yang akan digunakan. (Slameto, 1991: 91-92)

Keseluruhan tindakan strategis guru dalam upaya merealisasikan kegiatan pembelajaran, mencakup dimensi yang bersifat makro (umum) maupun bersifat mikro (khusus).

Secara makro, strategi pembelajaran berkait dengan tindakan strategis guru dalam: (a) memilih dan mengoperasionalkan tujuan pembelajaran (b) memilih dan menetapkan setting pembelajaran (c) pengelolaan bahan ajar (d) pengalokasian waktu (e) pengaturan bentuk aklivitas pembelajaran (f) metode teknik dan prosedur pembelajaran (g) pemanfaatan penggunaan media pembelajaran (h) penerapan prinsip-prinsip pembelajaran (i) penerapan pendekatan pola aktivitas pembelajaran (j) pengemabangan iklim pembelajaran (k) pemilihan pengembangan dan pelaksanaan evaluasi. (Supriadi Saputro, 2000: 23-24)

Bertolak dari jabaran tentang tindakan strategis guru tersebut di atas, kiranya dapat dimengerti bahwa secara makro, strategi pembelajaran berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan program pembelajaran. Oleh karena itu, strategi pembelajaran mengaktual pada strategi perencanaan, pelaksanaan dan strategi penilaian pembelajaran.

Sedangkan tindakan guru yang bersifat mikro, berkaitan langsung dengan tindakan-tindakan operasional-interaktif guru di kelas. Tindakan guru yang dimaksud berhubungan dengan pelaksanaan siasat dan taktik dalam mengoperasionalkan pelaksanaan metode, teknik, prosedur pembelajaran maupun siasat dan taktik operasional dalam penggunaan media dan sumber pembelajaran.

 

E.     Kiteria Pemilihan Strategi Pembelajaran

Strategi Pembelajaran Pemilihan strategi pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran harus berorientasi pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Selain itu, juga harus disesuaikan dengan jenis materi, karakteristik peserta didik, serta situasi atau kondisi dimana proses pembelajaran tersebut akan berlangsung. Terdapat beberapa metode dan teknik pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru, tetapi tidak semuanya sama efektifnya dapat mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu dibutuhkan kreativitas guru dalam memilih strategi pembelajaran tersebut.

Selanjutnya dijelaskan bahwa kriteria pemilihan strategi pembelajaran hendaknya dilandasi prinsip efisiensi dan efektivitas dalam mencapai tujuan pembelajaran dan tingkat keterlibatan peserta didik. Pemilihan strategi yang tepat diarahkan agar peserta didik dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara optimal.

 







 

REFERENSI :

·         http://repo.iain-tulungagung.ac.id/4357/3/BAB%20II%20revisi.pdf

·         https://media.neliti.com/media/publications/146275-ID-pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-stra.pdf

·         http://repository.unp.ac.id/22149/1/1.%20Strategi%20Pembelajaran.pdf

·         http://repository.ut.ac.id/4269/1/PEBI4301-M1.pdf

·         http://repository.uinsu.ac.id/555/1/STRATEGI%20PEMBELAJARAN.pdf

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 KOMPETENSI GURU PROFESIONAL

  NAMA : ROZACKY HANISDHA SUBAGIO NIM : 11901055 KELAS: PAI 4/A DOSEN PENGAMPU : FARNINDA ADITIYA, M. Pd. MATA KULIAH : MAGANG 1   KOMPETENSI PROFESIONAL GURU   A.      Pengertian   Kompetensi Profesional Guru kompetensi adalah "pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya". Kompetensi merupakan kemampuan dan berwenangan guru dalam   melaksanakan profesi keguruannya. Sedangkan professional berasal dari kata profesi. Profesi sendiri mempunyai pengertian suatu pekerjaan yang memerlukan suatu keahlian yang diperoleh melalui pendidikan atau latihan khusus. Maka pengertian profesionalisme adalah "suatu pandangan bahwa suatu keahlian tertentu diperlukan dalam pekerjaan tertentu yang mana keahlian itu hanya diperoleh melalui pendidikan khusus atau latihan khusus". Dengan ...