Langsung ke konten utama

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

NAMA : ROZACKY HANISDHA SUBAGIO

NIM : 11901055

KELAS: PAI 4/A

DOSEN PENGAMPU : FARNINDA ADITIYA, M. Pd.

MATA KULIAH : MAGANG 1

 

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

A.    Pengertian Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik didefinisikan sebagai ciri dari kualitas perorangan peserta didik yang ada pada umumnya  meliputi antara lain kemampuan akademik, usia dan tingkat  kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman,  ketrampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama, serta kemampuan  sosial (Atwi Suparman, 2001: 123). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter adalah sifat-sifat  kejiwaan, akhlak, budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain.  Karakter adalh nilai-nilai unik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan  dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil pola pikir, olah  hati, olah rasa dan karsa serta olahraga seseorang atau sekelompok orang. Karakter dalam bahasa Inggris: “character” dalam bahasa Indonesia  “karakter”. Berasal dari bahasa Yunani character dan charassain yang  berarti membuat tajam, membuat dalam. Dalam kamus Poerwardarminta,  karakter diartikan sebagai tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi  pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Nama dari jumlah  seluruh ciri pribadi yang meliputi hal-hal seperti perilaku, kebiasaan,  kesukaan, ketidaksukaan, kemampuan, potensi, nilai-nilai, dan pola-pola  pemikiran.

Secara harfiah, karakter artinya kualitas mental atau moral, kekuatan  moral, nama atau reputasi. Dalam kamus psikologi, karakter adalah  kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang yang biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relatif  tetap. Karakter adalah nilai dasar yang membangun pribadi seseorang,  terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang  membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan  perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Scerenko, karakter adalah ciri-ciri yang membentuk dan  membedakan ciri pribadi, ciri etis dan kompeksitas mental dari seseorang. Menurut Winnie bahwa istilah karakter memiliki dua pengertian.  Pertama, ia menunjukkan bagaimana perilaku buruk. Sebaliknya, apabila  seseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebut  memanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannya  dengan personality. Seseorang baru bisa disebut orang yang berkarakter  apabila tingkah lakunya sesuai dengan kaidah moral seseorang  berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus, tentulah orang tersebut  memanifestasikan.

Dapat disimpukan bahwa  karakter merupakan nilai-nilai universal perilaku manusia yang meliputi seluruh aktivitas kehidupan, baik yang berhubungan dengan Tuhan, diri  sendiri, sesama manusia maupun dengan lingkungan yang terwujud dalam  pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma  agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.


B.  Tujuan Pembentukan Karakter Peserta Didik

Pendidikan karakter bertujuan membentuk dan membangun pola pikir,  sikap, dan perilaku peserta didik agar menjadi pribadi yang positif, berakhlak  karimah, berjiwa luhur, dan bertanggung jawab. Dalam konteks pendidikan,  pendidikan karakter adalah usaha sadar yang dilakukan untuk membentuk  peserta didik menjadi pribadi positif dan berakhlak karimah sesuai dengan  Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sehingga dapat diimplementasikan dalam  kehidupan sehari-hari.

 

C.    Peran Guru dalam Memahami Karakteristik Peserta Didik

Tenaga pendidik (guru) memegang peran penting dalam proses pembelajaran di kelas dan bahkan  dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di sebuah sekolah, daerah, dan nasional. Guru sebagai  komponen kunci dalam proses pendidik dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses pembelajaran  yang mendidik. Peran besar inilah yang dituntut dari guru, khususnya dalam pembentukan karakter anak  maupun karakter bangsa. Karakter yangdiharapkan bukan hanya memiliki kecerdasan dan keterampilan,  tetapi karakter akhlak mulida dan spritualitas-keagamaan. Dalam menggapai tujuan itu, implikasi proses  belajar diarahkan pada proses pembelajara yang berorientasi pada anak didik.  

Dalam memahami karakteristik peserta didik, seorang tenaga  pendidik membutuhkan disiplin ilmu seperti Psikologi Belajar, Psikologi Perkembangan, Psikologi  Kepribadian, dan bahkan dimungkin ilmu-ilmu yang berkaitan dengan disiplin ilmu komunikasi. Hal-hal  penting yang perlu diperhatikan dalam memahami karakteristik anak didik, yaitu:

1.      Membangun Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal perlu dilakukan pada setiap kesempatan dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Komunikasi verbal diakukan dengan melibatkan peserta didik secara langsung. Pelibatan peserta didik dilakuka dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan interaktif yang beragam, namun pertanyaan-pertanyaan tersebut masih dalam lingkup partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Sebagai catatan penting, komunikasi verbal dapat efektif apabila peserta didik dipandang sebagai subyek, bukan obyek pembelajaran. Secara fungsional, komunikasi verbal dapat mengkonstruksi elemen hubungan psikologis, di samping mengembangkan harmonisasi batin anatara pendidik dengan peserta didik. Hubungan psikologis dan harmonisasi batin pendidik dengan anak didik tidak akan mungkin diperoleh pada komunikasi nonverbal. Atas dasar hubungan tersebut, komunikasi verbal juga dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan dalam proses pembelajaran, khususnya ketika pendidik berhadapan dengan peserta didik yang termasuk dalam kategori “agak nakal” Faktor-faktor yang dianggap sebagai penyebab anak didik menjadi “agak nakal” seperti; [1] mental anak belum stabil; [2] dominasi faktor lingkungan; [3] keadaan lingkungan keluarga tidak kondusif; [4] pengaruh teman sebaya; dan [5] faktor bawaan.

2.      Menjadi Figur Yang Baik

Figur yang baik akan menjadi teladan bagi peserta didik. Ia memiliki beberapa kriteria seperti rasa optimis, komunikatif, memiliki charisma, dan perduli dengan lingkungan sekitar, termasuk dunia anak-anak. Beberapa kriteria tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam memahami karakter peserta didik. Keteladanan dala bersikap, berkata, dan berkomunikasi yang baik dapat dilakukan dengan menjadi pendengar yang setia atau siap mendengar keluh kesah anak didik. Seorang figure yang baik umumnya memahami karakteristik peserta didik dengan beberapa cara. Di samping itu guru perlu mengedepan Teknik mengajarseperti; [1] formal tetapi tidak kaku; [2] bercanda tapi tidak berlebihan; [3] belajar di luar kelas (outdoor); [4] makan minum dibolehkan tetapi harus tertib; dan [5] proporsional dalam tanya jawab. Bila teknik-teknik ini dilakukan dengan serius, maka guru dapat memotivasi dan sekaligus meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar, dan bahkan rasa betah (tidak mudah bosan) dalam proses pembelajaran akan semakin timbu.

3.      Berhati-Hati Dalam Menyimpulkan Karakter Peserta Didik

Pendidik perlu bersikap hati-hati dalam mengambilkan sebuah kesimpulan, apalagi kesimpulan tersebut mengarah pada upaya memahami karakter peserta didik. Tenaga pendidik menghadirkan semua potensi dan memberikan respon secara bijak untuk mengoptimalisasi pemahaman terhadap karakter secara komprehensif.

4.      Mengenal Tanda-Tanda Keanehan Peserta Didik

Tanda-tanda yang dimaksud disini adalah tanda fisik maupun non fisik. Pada dasarnya tidak ada sesuatu yang dianggap aneh, tapi yang ada adalah keunikan karakteristik. Fenomena sikap peserta didik perlu disikapi dengan memperhatkan karakter personal dan kelompok anak dalam proses pembelajaran.

 

5.      Bersifat Terbuka

Bersikap terbuka menjadi sikap penting dimiliki oleh pendidik. Bersikap terbuka pada peserta didik berarti memberikan peluang secara luas untuk memahami karakter anak. Dengan sikap terbuka, pada umumnya anak didik akan bersikap terbuka pada pendidik. Anak didik memerlukan perhatian dari pendidik baik dalam kelas maupun di luar kelas. Karakter yang dimiliki anak beragam. Keragaman itu tentu menentukan cara, dan pendekatan tenaga pendidik dalam proses memahami sifat dan karakter anak. Menurut Janawi, yang terpenting dipahami guru sebenarnya adalah bagaimana memahami dunia anak, karakteristik anak, dan proses pendidikan anak. Setiap anak memiliki persaman dan perbedaan. Periodesasi pertumbuhan dan perkembangan anak perlu dipahami guru secara totalitas (Janawi, 2009). Yang terpenting adalah anak menjadi pusat perhatian.

D.    Manfaat memahami karakter anak didik

Banyak manfaat yang akan diperoleh oleh guru maupun peserta didik, jika mereka saling mengenal karakteristik masing-masing. Bagi peserta didik, mereka akan mendapat pelayanan prima, perlakuan yang adil, tidak ada diskriminasi, merasakan bimbingan yang maksimal dan menyelesaikan masalah anak didik dengan memperhatikan karakternya. Bagi guru, manfaat mengenal dan memahami karakter peserta didik adalah :

a.       guru akan dapat memetakan kondisi peserta didik sesuai dengan karakternya masing-masing.

b.      Guru dapat memberikan pelayanan prima dan memberi tugas sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan peserta didiknya.

c.       Guru dapat mengembangkan potensi yang dimiliki mereka berupa minat, bakat dan kegemarannya dan berusaha menekan potensi negatif yang mungkin muncul dari karakter anak didik yang tidak baik yang dimilikinya.

            Begitu pentingnya mengenal dan memahami karakter peserta didik maka seorang guru harus meluangkan waktunya bersama peserta didik dan memberikan perhatian yang maksimal pada peserta didik dalam membimbing mereka pada tercapainya tujuan pendidikan.Sesungguhnya keberadaan dan kesunguhan guru dalam melaksanakan tugas akan memberikan energi positif bagi peserta didiknya dalam mewujudkan harapan indah meraih cita-cita yang luar biasa. Banyak manfaat yang dapat dipetik bila seorang guru mampu mengenal kepribadian dan karakter siswanya dengan baik. Beberapa manfaat tersebut adalah :

a. Mengetahui kelebihan yang mereka miliki dan dapat meningkatkannya

b.Mendeteksi kelemahan yang mereka miliki dan memperbaikinya

c. Mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri mereka dan mengoptimalkannya untuk kesuksesan dimasa yang akan datang

d.      Menyadarkan mereka bahwa mereka masih memiliki banyak kekurangan sehingga pantang untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain

e. Dapat mengetahui jenis pekerjaan apa yang paling cocok untuk mereka dimasa akan datang sesuai dengan kepribadian dan karakter mereka sehingga kita dapat mengarahkannya menjadi lebih baik

f. Mengenal diri sendiri dapat membantu anak didik untuk berkompromi dengan diri sendiri dan orang lain dalam berbagai situasi

g.Mengenal kepribadian (personality) diri dapat membantu mereka menerima dengan ikhlas segala kelebihan dan kekurangan diri sendiri, sekaligus bertoleransi terhadap kelebihan dan kelemahan orang lain. Proses belajar mengajar dapat berhasil dengan optimal jika mereka memahami dan mengetahi kepribadian siswa

 

E.      Cara Memahami Karakter Anak Didik

            Untuk mengenal dan memahami peserta didik, guru hendaknya dibekali dengan Ilmu Psikologi Pendidikan, Ilmu Psikologi belajar dan Ilmu Psikologi Perkembangan serta ilmu kesulitas anak dalam belajar. Ilmu tersebut terdapat konsep-konsep dasar tentang perkembangan kejiwaan peserta didik yang sangat membantu guru dalam mendampingi mereka. Disiplin ilmu ini sudah mulai dilupakan atau kurang diperhatikan guru sehingga kesulitan demi kesulitan dialami guru ketika berhadapan dengan peserta didik. Banyak masalah yang dihadapai peserta didik yang tidak terlalu berat tetapi karena kurang tepatnya pendekatan dan terapi yang digunakan guru dalam menyelesaikan masalah itu. Hal ini tidak menghasilkan penyelesaian secara tuntas dan masalah itu tetap menyelimuti peserta didik yang memberatkan langkahnya dalam meraih cita-cita.

            Dalam menjalankan tugas, seorang guru dapat berperan sebagai Psikolog, yang dapat mendidik dan membimbing peserta didiknya dengan benar, memotivasi dan memberi sugesti yang tepat, serta memberikan solusi yang tuntas dalam menyelesaikan masalah anak didik dengan memperhatikan karakter dan kejiwaan peserta didiknya, guru berperan sebagai Tut Wuri Handayani yang memberikan arahan bagi anak didiknya dan mendorong mereka untuk lebih maju ke depan. Guru juga hendaknya mampu berperan sebagai seorang dokter yang memberikan terapi dan obat pada pasiennya sesuai dengan diagnosanya. Salah diagnosa maka salah juga terapi dan obat yang diberikan sehingga penyakitnya bukannya sembuh tetapi sebaliknya semakin parah. Demikian pula dengan anak didik

            Beberapa karakteristik anak didik yang perlu dipahami oleh pendidik terutama dalam rangka melaksanakan praktek pendidikan, karakteristik

1.      Anak Didik Adalah Subjek

            Maksudnya yaitu pribadi yang memiliki pribadi sendiri atau konsep diri sendiri. Mereka memiliki kebebasan dalam mewujudkan dirinya sendiri untuk mencapai kedewasaaannya. Jadi, tidak dibenarkan jika anak didik sebagai “objek”, maksudnya sebagai sasaran yang dapat diperlakukan dan dibentuk dengan semena-mena oleh pendidiknya.

2.      Anak Didik Adalah Makhluk Yang Sedang Berkembang

            Anak didik adalah makhluk yang sedang berkembang. Setiap anak didik memiliki perkembangan yang berbeda-beda, dalam setiap proses perkembangan tersebut terdapat tahapan-tahapannya. Oleh karena itu setiap anak didik yang berada dalam tahap perkembangan tertentu menuntut perlakuan tertentu pula dari orang dewasa terhadapnya.

3.      Anak Didik Hidup Dalam Dunia Sendiri

            Setiap anak didik hidup dalam kehidupannya sesuai tahap perkembangannya, jenis kelaminnya, dan lain-lain. Anak didik harus diperlakukan sesuai dengan keanakannya atau sesuai dengan dunianya. Sebagai contoh adalah kehidupan anak SD berbeda dengan anak, SMP atau SMA. Oleh karena itu perlakuan pendidik terhadap anak SD, SMP dan SMA berbeda, sesuai dengan kebutuhan dan masanya.

4.      Anak Didik Hidup Dalam Lingkungan Tertentu

            Anak didik adalah subjek yang berasal dari keluarga dengan latar belakang lingkungan alam dan sosial budaya tertentu.oleh karena itu, anak didik akan memiliki karakteristik tertentu yang berbeda – beda sebagai akibat pengaruh lingkungan dimana ia dibesarkan atau dididik. Dalam praktek pendidikan, pendidik perlu memeperhatikan dan memperlakukan anak didik dalam konteks lingkungan dan sosial budayanya.

5.      Anak Didik Memiliki Ketergantungan Kepada Orang Dewasa

            Setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihan tertentu.dalam perjalanan hidupnya, anak masih memerlukan perlindungan, anak masih perlu belajar berbagai pengetahuan, perlu latihan dan keterampilan, anak belum tahu mana yang benar dan salah, yang baik dan tidak baik, serta bagaimana mengantisipasi kebutuhan dimasa depannya. Dibalik kebebasannya untuk mewujudkan dirinya sendiri dalam rangka mencapai kedewasaan, anak masih memerlukan bantuan orang dewasa.

6.      Anak didik memiliki potensi dan dinamika

            Bantuan orang dewasa berupa pendidikan agar anak didik menjadi dewasa akan mungkin dicapai oleh anak didik. Hal ini disebabkan anak didik memiliki potensi untuk menjadi manusia dewasa dan memiliki dinamika, yaitu aktif sedang berkembang dan mengembangkan diri, serta aktif dalam menghadapi lingkungannya dalam upaya mencapai kedewasaan.

            Demikian juga guru harus mampu dalam menyelesaikan masalah anak, mengetahui akar masalah sehingga dapat menentukan terapi dan solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Disamping itu guru juga dapat berperan sebagai seorang ulama yang dapat membimbing dan menuntun batin atau kejiwaan peserta didik, memberikan pencerahan yang menyejukkan dan menyelesaikan masalahnya dengan pendekatan agama yang hasilnya akan lebih baik.

            Mengenal dan mememahami peserta didik dapat dilakukan dengan cara memperhatikan dan menganalisa tutur kata (cara bicara ), sikap dan prilaku atau perbuatan anak didik, karena dari tiga apek di atas setiap orang (anak didik ) mengekspresikan apa yang ada dalam dirinya (karakter atau jiwa ). Untuk itu seorang guru harus secara seksama dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik dalam setiap aktifitas pendidikan.


 

REFERENSI :

·         Janawi. Memahami Karakteristik Peserta Didik dalam Proses  Pembelajaran. Vol. 6. No. 2. 2019 .Hal. 68 - 79

·         Meriyati. Memahami Karakteristik Anank Didik. 2015. Fakta Press : Bandar Lampung

·         https://media.neliti.com/media/publications/294823-analisis-karakteristik-peserta-didik-08bec5c4.pdf

·         http://repo.iain-tulungagung.ac.id/8591/6/BAB%20II.pdf

·         https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/tar/article/download/1236/457/  http://repository.radenintan.ac.id/10379/1/1.%20BUKU_KARAKTERISTIK_Meriyati_Fix_Baru.pdf

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 KOMPETENSI GURU PROFESIONAL

  NAMA : ROZACKY HANISDHA SUBAGIO NIM : 11901055 KELAS: PAI 4/A DOSEN PENGAMPU : FARNINDA ADITIYA, M. Pd. MATA KULIAH : MAGANG 1   KOMPETENSI PROFESIONAL GURU   A.      Pengertian   Kompetensi Profesional Guru kompetensi adalah "pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya". Kompetensi merupakan kemampuan dan berwenangan guru dalam   melaksanakan profesi keguruannya. Sedangkan professional berasal dari kata profesi. Profesi sendiri mempunyai pengertian suatu pekerjaan yang memerlukan suatu keahlian yang diperoleh melalui pendidikan atau latihan khusus. Maka pengertian profesionalisme adalah "suatu pandangan bahwa suatu keahlian tertentu diperlukan dalam pekerjaan tertentu yang mana keahlian itu hanya diperoleh melalui pendidikan khusus atau latihan khusus". Dengan ...